Pulau
Lombok khususnya Kabupaten Lombok Tengah bagian selatan memang terkenal akan keindahan
pantainya. Mulai dari Pantai Selong Belanak, Pantai Mawi, Pantai Semeti, Pantai Telawas, Pantai
Munah, Pantai Lancing, Pantai Tampah di Kecamatan Praya Barat, Pantai
Areguling, Pantai Mawun, Pantai Boroq Bagek, Pantai Kuta Mandalika, Pantai
Seger, Pantai Serenting, Pantai Tanjung Aaan, Pantai Aan, Bayu Payung, Pantai
Bumbang, TWA Gunung Tunak, hingga Pantai Awang di Kecamatan Pujut.
Pantai-pantai ini tentunya memiliki ciri khas dan keunikan masing-masing.
Pantai Selong Belanak yang terkenal akan pasir putih bersihnya, Pantai Semeti
yang terkenal dengan ukiran bebatuan dan tebingnya, hingga Pantai Tanjung Aan
yang terkenal dengan adanya hamparan bukit hijau indah bernama “Bukit Merese”.
Bukit
Merese atau Merese Hill awalnya mulai terkenal sejak tahun 2015/2016. Eksisnya
Bukit Merese tak lepas dari peran sebuah film yang disutradarai Tarmizi Abka
produksi ‘Putaar Films Production’ yang menjadikan bukit tersebut sebagai latar
dalam pembuatan film Kalam-Kalam Langit. Di ujung bukit ini terdapat sebuah
pohon yang biasa disebut pohon galau karena menjadi satu-satunya pohon yang ada
di bukit tersebut. Pohon ini sengaja ditanam sebagai properti untuk film
Kalam-Kalam Langit dan dibiarkan tumbuh sendiri di sana. Pohon inilah yang
menjadi daya tarik masyarakat dan wisatawan untuk mengunjungi tempat wisata
ini.
(Foto: Bukit Merese; dokumentasi pribadi)
Untuk
mencapai lokasi, jarak yang ditempuh dari Kota Mataram sendiri adalah sekitar 2
jam, dari Kota Praya sekitar 1 jam, dan dari Kota Selong sekitar 2 jam 30 menit
perjalanan menggunakan kendaraan sepeda motor atau mobil. Akses jalan yang
ditempuh cukup baik hingga pada jalanan setelah lingkaran Navotel yang akses
jalannya kurang baik sampai ke lokasi. Hal ini mungkin menjadi koreksi bagi
pemerintah sekitar untuk memperhatikan kondisi ini dan segera memperbaiki akses
jalan tersebut, mengingat pantai-pantai yang ada di bagian selatan Lombok ini
memiliki daya tarik yang cukup kuat bagi wisatawan untuk dikunjungi.
Saya
pribadi pertama kali mengunjungi Bukit Merese pada awal tahun 2016. Pada saat
itu Bukit Merese memang sedang booming-boomingnya hingga membuat saya dan
teman-teman penasaran untuk mengunjunginya. Saya dan teman-teman sekolah pada
saat itu mencoba untuk pergi berwisata ke Bukit Merese hanya dengan bermodal
‘niat’ tanpa tau lokasi yang akan dituju tepatnya berada dimana. Akhirnya
setelah bertanya pada warga sekitar mengenai lokasi, kami sampai di Bukit
tersebut.
Kesan
pertama yang tergambar saat mengunjungi Bukit Merese adalah ‘hijau’. Kebetulan
saat itu kami mengunjungi Bukit Merese pada musim hujan hingga membuat hamparan
bukit tersebut diselimuti rumput hijau.
Sedangkan
pada musim kemarau, rumputnya terlihat mengering.
Dari atas bukit ini kita bisa
melihat pemandangan alam yang tidak ada duanya di tempat manapun. Air laut biru
kehijauan dengan arus yang tenang akan memanjakan mata kita. Dan jika beruntung
(cuaca cerah) kita bisa melihat matahari terbit dan terbenam dari atas bukit
ini. Jadi memang Bukit Merese tetap pas untuk dikunjungi baik diwaktu pagi
maupun sore.
Untuk sampai di atas bukit ini, kita
perlu mendaki sekitar 10 menit dengan trek pendakian yang santai dan mudah. Di
sepanjang trek pendakian kita akan menemui inak-inak (baca: ibu-ibu) berjualan kain khas Lombok dengan kisaran harga dari
Rp25.000 hingga Rp50.000 (tergantung tingkat kemampuan menawar :v). Kain ini
bisa digunakan untuk berswafoto di atas bukit.
(Foto: Kain khas Lombok; dokumentasi pribadi)
Selain
bukitnya, yang menjadi daya tarik lainnya adalah pantai yang berada di bawah
Bukit Merese, yakni Pantai Tanjung Aan. Pantai ini berlokasi sebelum kita
mendaki Bukit Merese (di depan pantai). Selain Pantai Tanjung Aan, pantai yang
berada di bawah Bukit Merese juga terletak di belakang Bukit Merese. Pantai
satu ini jarang terekspos karena
lokasinya yang belum diketahui banyak orang, dan kebetulan saya pernah mengujungi
pantai ini. Jadi, selain mengunjungi Bukit Merese kita juga bisa mengunjungi
dua pantai sekaligus secara bersamaan. Sungguh tempat yang cantik dan patut dikunjungi.
(Foto: Pantai di bawah
Bukit Merese; dokumentasi pribadi)
Saking viralnya, kalo kata orang
Lombok sih belum ke Lombok kalau belum ke Bukit Merese. Jadi buat kalian yang
belum pernah ke Lombok dan berencana mengunjungi Lombok, maka Bukit Merese ini
harus menajadi salah satu tujuan wisata kalian.
Buat
kalian yang akan mengunjungi bukit ini maupun tempat wisata lainnya, jangan
lupa untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan ya, karena “alam akan tetap ada
meski manusia tidak ada, namun manusia tidak akan ada tanpa alam”.
Jadilah
wisatawan yang baik dengan tidak membuang sampah sembarangan.



